Minggu, 30 Oktober 2011

rangkuman sig

Sistem Informasi Geografi (SIG) atau Geographic Information System (GIS) adalah suatu sistem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan data yang bereferensi spasial atau berkoordinat geografi atau dengan kata lain suatu SIG adalah suatu sistem basis data dengan kemampuan khusus untuk menangani data yang bereferensi keruangan (spasial) bersamaan dengan seperangkat operasi kerja (Barus dan Wiradisastra, 2000). Sedangkan menurut Anon (2001) Sistem Informasi geografi adalah suatu sistem Informasi yang dapat memadukan antara data grafis (spasial) dengan data teks (atribut) objek yang dihubungkan secara geogrfis di bumi (georeference). Disamping itu, SIG juga dapat menggabungkan data, mengatur data dan melakukan analisis data yang akhirnya akan menghasilkan keluaran yang dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan pada masalah yang berhubungan dengan geografi.

Pengertian menurut para ahli

  • Menurut Aronaff (1989)
SIG adalah sistem informasi yang didasarkan pada kerja komputer yang memasukkan, mengelola, memanipulasi dan menganalisa data serta memberi uraian.
  • Menurut Burrough (1986)
SIG merupakan alat yang bermanfaat untuk pengumpulan, penimbunan, pengambilan kembali data yang diinginkan dan penayangan data keruangan yang berasal dari kenyataan dunia.
  • Menurut Kang-Tsung Chang (2002)
SIG sebagai a computer system for capturing, storing, querying, analyzing, and displaying geographic data.
  • Menurut Murai (1999)
SIG sebagai sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisis dan menghasilkan data bereferensi geografis atau data geospatial, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan, transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya.
  • Menurut Marble et al (1983)
SIG merupakan sistem penanganan data keruangan.
  • Menurut Bernhardsen (2002)
SIG sebagai sistem komputer yang digunakan untuk memanipulasi data geografi. Sistem ini diimplementasikan dengan perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang berfungsi untuk akusisi dan verifikasi data, kompilasi data, penyimpanan data, perubahan dan pembaharuan data, manajemen dan pertukaran data, manipulasi data, pemanggilan dan presentasi data serta analisa data
  • Menurut Gistut (1994)
SIG adalah sistem yang dapat mendukung pengambilan keputusan spasial dan mampu mengintegrasikan deskripsi-deskripsi lokasi dengan karakteristik-karakteristik fenomena yang ditemukan di lokasi tersebut. SIG yang lengkap mencakup metodologi dan teknologi yang diperlukan, yaitu data spasial perangkat keras, perangkat lunak dan struktur organisasi
  • Menurut Berry (1988)
SIG merupakan sistem informasi, referensi internal, serta otomatisasi data keruangan.
  • Menurut Calkin dan Tomlison (1984)
SIG merupakan sistem komputerisasi data yang penting.
  • Menurut Linden, (1987)
SIG adalah sistem untuk pengelolaan, penyimpanan, pemrosesan (manipulasi), analisis dan penayangan data secara spasial terkait dengan muka bumi.
  • Menurut Alter
SIG adalah sistem informasi yang mendukung pengorganisasian data, sehingga dapat diakses dengan menunjuk daerah pada sebuah peta.
  • Menurut Prahasta
SIG merupakan sejenis software yang dapat digunakan untuk pemasukan, penyimpanan, manipulasi, menampilkan, dan keluaran informasi geografis berikut atribut-atributnya.
  • Menurut Petrus Paryono
SIG adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan, manipulasi dan menganalisis informasi geografi.
Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa SIG merupakan pengelolaan data geografis yang didasarkan pada kerja komputer (mesin).


Aplikasi-Aplikasi yang dapat ditangani oleh SIG sangat banyak, antara lain:
1. Aplikasi SIG dibidang sumber daya alam (inventarisasi, management dan kesesuaian lahan untuk pertanian, perkebuanan, kehutananm perencanaan tataguna lahan, analisis daerah rawan bencana alam dan sebagainya)
2. Aplikasi SIG dibidang perencanaan (perencanaan pemukiman transmigrasi, perencanaan tataruang wilayah, perencanaan kota, perencanaanlokasi dan relokasi industri dan sebagainya)
3. Aplikasi SIG dibidang kependudukan (penyusunan data pokok, penyediaan informasi kependudukan dan sosial ekonomi)
4. Aplikasi SIG dibidang lingkungan berikut pemantauannya (pencemaran sungai, pencemaran laut, pencemaran danau, evaluasi pengendapan Lumpur baik di sungai, danau atau pantai, pemodelan pencemaran udara, limbah berbahaya dan sebagainya)
5. Aplikasi SIG dibidang Utility (inventarisasi dan manajement informasi jaringan pipa air minum, system infromasi pelanggan air minum, perencanaan perluasan pipa air minim, demikian juga untuk listrik, gas dan fasilitas umum lainnya)
6. Aplikasi SIG dibidang pertahanan (manajemen pertanahan,  system informasi pertanahan dan lain sebagainya)
7. Aplikasi SIG dibidang pariwisata (inventarisasi daerah wisata, analisis potensi untuk pariwisata)
8. Aplikasi SIG dibidang ekonomi, bisnis dan marketing (penentuan lokasi-lokasi bisnis yang prospektif untuk bank, pasar swalayan/supermarket, mesin ATM, kantor cabang, outlet , gudang dan sebagainya)

Komponen-komponen dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sebagai berikut :

a. Data Input, berupa peta analog, tabel, file elektronik dari peta dan data attribute dari foto udara serta penginderaan jauh.
b. Data manajemen, digunakan untuk menyimpan dan memanipulasi data dari database.
c.  Data  manipulasi dan analisa, mendeterminasikan informasi yang dapat dipakai oleh  SIG.
d.  Data output, berupa laporan berbentuk tabel, peta analog, ataupun disimpan dalam storage tertentu.


data spasial dan data atribut
Terdapat dua jenis data yang dapat digunakan untuk merepresentasikan atau memodelkan fenomena – fenomena yang terdapat didunia nyata yaitu :

1. Jenis data spasial yaitu yang merepresentasikan aspek – aspek keruangan dari fenomena yang bersangkutan, jenis data ini disebut sebagai data – data posisi, koordinat, ruang, atau spasial. Jenis data ini banyak digunakan oleh – system yang digunakan sebagai alat bantu sistem perancangan (selanjutnya ditulis CAD – computer aided design) dan sistem kartografi yang berbasiskan computer – computer assistant cartografi - CAC . Sistem – sistem ini digunakan diberbagai bidang aplikasi seperti : perencanan dan rekayasa teknik sipil, pemetaan digital , kartografi , perencanaan kota , dll.

2. Jenis data atribut atau data non spasial yaitu jenis data yang merepresentasikan aspek –aspek deskriptif dari fenomena yang dimodelkan . Jenis data atribut atau non spasial digunakan oleh sistem – sistem manajemen basis data (selanjutnya akan dituliskan sebagai DBMS – database management system). System ini dapat digunakan diberbagai bidang mulai dari bidang pendidikan, bisnis, teknik, manajemen, akademis, perdagangan, pekantoran dan masih banyak objek – objek atau aktifitas – aktifitas lainnya.

Data spasial

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Data spasial adalah data yang memiliki referensi ruang kebumian (georeference) dimana berbagai data atribut terletak dalam berbagai unit spasial. Sekarang ini data spasial menjadi media penting untuk perencanaan pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan pada cakupan wilayah continental, nasional, regional maupun lokal.
Pemanfaatan data spasial semakin meningkat setelah adanya teknologi pemetaan digital dan pemanfaatannya pada Sistem Informasi Geografis (SIG). Format data spasial dapat berupa vector (polygon, line, points) maupun raster.

Pemanfaatan Analisis Data Spasial berbasis Vektor dan Raster (GIS Advanced)


Latar Belakang
Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari pelatihan Fundamental GIS (Data Spasial). Dalam pelatihan ini di jelaskan konsep-konsep lanjutan mengenai pengolahan data-data vector dan data raster yang merupakan dasar ketika melakukan analisis dalam ruang lingkup GIS. Ada 3 point utama yang akan dilakukan dalam pelatihan ini adalah Analisis GIS dalam ruang lingkup data raster, analisis GIS dalam ruang lingkup Data Vektor serta analisis GIS kombinasi antara Analisi Vektor dan Analisis Raster.
Analisis Vector :
Data vector juga memiliki keunggulan mudah digunakan, memiliki entity data representative dan tak terbatas dan tidak tergantung dengan skala cetak. Selain itu memutuhkan penanganan yang relative mudah pada saat melakukan analisa. Analisa data vector merupakan analisa yang umum dilakukan dalam GIS. Contoh sederhana dari analisa vector adalah menghitung luasan masing-masing penggunaan lahan untuk masing-masing wilayah desa dari data penggunaan lahan dan data batas administrasi desa. Contoh lain aplikasi analisa ini misalnya analisa kesesuaian lahan, analisa resiko bencana, analisa dampak lingkungan, perencanaan wilayah dan lain sebagainya.
Analsis Raster :
Analsis data raster merupakan salah satu analisis yang cukup rumit dan membutuhkan pemahaman lebih terhadap data raster tersebut. Ada beberapa data GIS yang harus direpresentasikan dalam bentuk raster, seperti data elevasi (ketinggian permukaan bumi) data sebaran suhu udara, polusi dan contoh-contoh data continue lainnya. Data raster yang sering dijumpai adalah citra satellite dan foto udara. Analisa raster sangat membantu dalam analisa data yang bersifat continue. Karena data continue jika didekati dengan data vector akan membtuhkan storage yang sangat besar, dan sebaliknya data diskrit jika didekati dengan raster juga tidak efisien. Contoh sederhana dari analisa raster adalah pembentukan DEM (digital Elevation Model) dan kelerengan (Slope).
Data Raster

Foto digital seperti areal fotografi atau foto satelit merupakan bagian dari data raster pada peta. Raster mewakili data grid continue. Nilainya menggunakan gambar berwarna seperti fotografi, yang di tampilkan dengan level merah, hijau, dan biru pada sel.
Sebuah peta biasanya terdiri dari kombinasi antara data vector dan data raster. 

Data Vektor

Ada tiga tipe data vector (titik, garis, dan polygon) yang bisa digunakan untuk menampilkan informasi pada peta. Titik bisa digunakan sebagai lokasi sebuah kota atau posisi tower radio. Garis bisa digunakan untuk menunjukkan route suatu perjalanan atau menggambarkan boundary. Poligon bisa digunakan untuk menggambarkan sebuah danau atau sebuah Negara pada peta dunia. Setiap bagian dari data vector dapat saja mempunyai informasi-informasi yang bersosiasi satu dengan lainnya seperti penggunaan sebuah label untuk menggambarkan informasi pada suatu lokasi.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar